Ruang Lingkup Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA

Pada tingkat sekolah lanjutan tingkat pertama, mata pelajaran PAI secara keseluruhannya dalam lingkup keimanan, ibadah, al-Qur’an, akhlak, muamalah, syari’ah dan tarikh atau sejarah Islam[1].

Ruang lingkup PAI meliputi perwujudan, keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya[2]. Sedangkan dalam PERMENDIKNAS RI NO 22 Tahun 2006 Ruang lingkup PAI SMA meliputi Al-Qur’an dan Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh/Sejarah Islam[3].

Dilihat dari sudut ruang lingkup pembahasannya, pendidikan agama Islam sebagai mata pelajaran yang umum dilaksanakan di sekolah menengah pertama di antaranya:

  1. Pengajaran keimanan

Aqidah Islam berawal dari keyakinan kepada Dzat Mutlak yang Maha Esa yaitu Allah beserta sifat dan wujud-Nya yang sering disebut dengan tauhid. Tauhid menjadi rukun iman dan prima causa seluruh keyakinan Islam[4]. Keimanan merupakan akar suatu pokok agama, pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang berbagai aspek kepercayaan.

  1. Pengajaran akhlak

Kata akhlak berawal dari bahasa Arab yang berarti bentuk kejadian dalam hal ini bentuk batin atau psikis manusia. Akhlak merupakan aspek sikap hidup atau kepribadian hidup manusia sebagai sistem yang mengatur hubungan manusia dengan Allah. Manusia dan lainnya yang dilandasi oleh aqidah yang kokoh[5]. Dalam pelaksanaannya pengajaran ini berarti proses kegiatan belajar mengajar dalam mencapai tujuan supaya yang diajar berakhlak baik[6].

 

  1. Pengajaran ibadah

Ibadah menurut bahasa artinya, taat, tunduk, turut, ikut dan doa[7]. Dalam pengertian yang khusus ibadah adalah segala bentuk pengabdian yang sudah digariskan oleh syariat Islam baik bentuknya, caranya, waktunya serta syarat dan rukunnya seperti shalat, puasa, zakat dan lain-lain[8].

Pengajaran ibadah ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang ibadah tetapi juga menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga situasi proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

  1. Pengajaran al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sumber ajaran agama (juga ajaran) Islam pertama dan utama. Al-Qur’an adalah kitab suci yang memuat firman-firman (wahyu) Allah[9].

Dalam hal ini pada tingkatan SMP, memahami dan menghayati pokok-pokok al-Qur’an dan menarik hikmah yang terkandung di dalamnya secara keseluruhan dalam setiap aspek kehidupan.

  1. Pengajaran muamalah

Muamalah merupakan sikap hidup dan kepribadian hidup manusia dalam menjalankan sistem kehidupannya yang dilandasi dengan keimanan yang kokoh[10].

Sebagaimana yang diungkapkan Thoha Husein bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk memecahkan peradaban[11]. Setiap proses kehidupan seharusnya mengandung berbagai kebutuhan masyarakat, sehingga out put pendidikan sanggup memetakan sekaligus masalah yang sedang dihadapi masyarakat.

  1. Pengajaran syari’ah

Bidang studi syari’ah merupakan pengajaran dan bimbingan untuk mengetahui syariah Islam yang di dalamnya mengandung perintah agama yang harus diamalkan dan larangan agama yang harus ditinggalkan.

Pelaksanaan pengajaran syari’at ini ditujukan agar norma-norma hukum, nilai-nilai dan sikap-sikap yang menjadi dasar pandangan hidup seseorang muslim, siswa dapat mematuhi dan melaksanakannya sebagai pribadi, anggota keluarga dan masyarakat lingkungan.

  1. Pengajaran tarikh atau sejarah Islam

Tarikh merupakan suatu bidang studi yang memberikan pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Islam meliputi masa sebelum kelahiran Islam, masa nabi dan sesudahnya baik pada daulah Islamiah maupun pada negara-negara lainnya di dunia, khususnya perkembangan agama Islam di tanah air[12].

Pelaksanaan pengajaran tarikh ini diharapkan mampu membantu peningkatan iman siswa dalam rangka pembentukan pribadi muslim disamping memupuk rasa kecintaan dan kekaguman terhadap Islam dan kebudayaannya, memberikan bekal kepada siswa dalam melanjutkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi atau untuk menjalani kehidupan pribadi mereka bila putus sekolah, mendukung perkembangan Islam masa kini dan mendatang. Di samping meluaskan cakrawala pandangan terhadap makna Islam bagi kepentingan umat Islam.


[1].  Chabib Thoha dan Abdul Mu’thi, op.cit., hlm. 183.

[2].  Abdul Majid dan Dian Andayani, op.cit., hlm. 131.

[3].  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomer 22 Tahun 2006

[4].  Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000), cet. 3, hlm. 199-200.

[5].  Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, (Bandung: Rosdakarya, 2002), hlm. 75-76.

[6].  Zakiah Daradjat, Metode Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), hlm. 70.

[7].  Muhammad Daud Ali, op.cit., hlm. 244.

[8].  Zakiah Daradjat, op.cit., hlm. 73.

[9].  Muhammad Daud Ali, op.cit., hlm. 93.

[10].  Muhaimin, op.cit., hlm. 78.

[11].  Syahrin Harahap, Al-Qur’an dan Sekularisasi, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994), hlm. 62.

[12].  Muhaimin, op.cit., hlm. 175.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: