Fungsi Pendidikan Agama Islam

Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi untuk:

1)      Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.

2)      Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia akhirat.

3)      Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik atau sosial yang dapat mengubah lingkungan sesuai dengan ajaran Islam.

4)      Perbaikan, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan dan kelemahan peserta didik dalam meyakini, pemahaman dan pengalaman ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

5)      Pencegahan, yaitu menghafal hal-hal negatif dari lingkungan atau budaya yang dapat membahayakan peserta didik dan menghambat perkembangan menuju manusia Indonesia yang utuh.

6)      Pengajaran, tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum, sistem dan fungsional.

Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan orang lain[1].


[1].  Abdul majid dan Dian Andayani, op.cit., hlm. 134-135.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: