Fungsi Minat Dalam Belajar

Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman.[1] Dalam proses pembelajaran, unsur kegiatan belajar memegang peranan yang vital. Oleh karena itu, penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar peserta didik agar dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi peserta didik. Kaitannya dengan minat guru dalam pembelajaran terutama pada mata pelajaran PAI harus bisa memberikan suatu inovatif yang baru untuk menarik minat siswa, agar proses pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan.

Minat berfungsi sebagai pendorong keinginan seseorang, penguat hasrat dan sebagai penggerak dalam berbuat yang berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu dengan tujuan dan arah tingkah laku sehari-hari.

Hal ini diterangkan oleh Sardiman yang menyatakan berbagai fungsi minat, yaitu sebagai berikut:[2]

  1. Mendorong manusia untuk berbuat, yaitu sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.
  2. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.
  3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang serasi guna mencapai tujuan.

Fungsi minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah

  1. Minat melahirkan perhatian yang serta merta

Perhatian yang serta merta terjadi secara spontan, bersifat wajar mudah bertahan dan tumbuh tanpa pemakaian daya kemauan dalam diri seorang.

  1. Minat memudahkan tercapainya konsentrasi.

Minat memudahkan terciptanya konsentrasi dalam pikiran seorang siswa yaitu pemusatan pikiran terhadap suatu pelajaran. Jadi tanpa minat maka konsentrasi terhadap pelajaran juga sulit di perkembangan dan di pertahankan.

  1. Minat mencegah gangguan perhatian  dari luar

Seorang siswa mudah terganggu perhatiannya atau sering mengalami pengalihan perhatian dari pelajarannya kepada suatu hal lain kalau minat studinya kecil.

  1. Minat memperkuat pelekatnya bahan pelajaran dalam ingatan

Pengingatan itu hanya mungkin terlaksana kalau siswa berminat terhadap pelajarannya.

  1. Minat memperkecil kebosanan studi dalam diri sendiri.

Kejemuan melakukan sesuatu atau terhadap suatu hal juga lebih banyak berasal dari dalam diri seorang dari pada bersumber dari hal-hal di luar dirinya. Oleh karena itu penghapusan kebosanan dalam studi dari seorang siswa juga hanya bisa terlaksana dengan jalan menumbuhkan minat studi dan kemudian meningkatkan minat itu sebesar-besarnya.[3]


[1] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), cet. 16, hlm. 85.

[2] Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Press, 2001), hlm. 84.

[3] The liang gie Cara belajar yang efektif,Yogyakarta .PUBIB 1998.hlm 29-29

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: