Dasar – dasar Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam

1)      Dasar Yuridis/Hukum

Dasar pelaksanaan pendidikan agama berasal dari perundang-undangan yang secara tidak langsung dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan pendidikan agama di sekolah secara formal. Dasar yuridis formal tersebut terdiri dari tiga macam, yaitu:

a)      Dasar ideal, yaitu dasar falsafah negara Pancasila, sila pertama; Ketuhanan yang Maha Esa.

b)      Dasar struktural/konstitusional, yaitu UUD 45 dalam bab XI pasal 29 ayat 1 dan 2, yang berbunyi: 1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa; 2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.

c)      Dasar operasional, yaitu terdapat dalam UU RI NOMOR 20 Tahun 2003 SISDIKNAS Pasal 30 Nomor 3 pendidikan keagamaan dapat di selenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal[1]. Dan terdapat pada pasal 12 No 1/a setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama[2].

2)      Segi religius

Yang dimaksud dengan dasar religius adalah dasar yang bersumber dari ajaran Islam. Menurut ajaran Islam pendidikan agama adalah perintah Tuhan dan merupakan perwujudan ibadah kepada-Nya. Dalam al-Qur’an banyak ayat yang menunjukkan perintah tersebut, antara lain:

1)      QS. Al-Nahl: 125

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik… (QS. Al-Nahl: 125)[3]

2)      QS. Ali Imran: 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: 104)[4]

 

3)      Al-Hadits:

عن عبد الله بن عمر وان النبي صلى الله عليه وسلم: بلغوا عنى ولو اية (رواه البخارى) [5]

Dari Abdullah bin Umar: Sesungguhnya nabi SAW bersabda: Sampaikanlah ajaran kepada orang lain walaupun hanya sedikit. (HR. Bukhari)

 

3)      Aspek Psikologis

Psikologi adalah dasar yang berhubungan dengan aspek kejiwaan masyarakat. Hal ini didasarkan bahwa dalam hidup manusia baik sebagai makhluk individu maupun sebagai anggota masyarakat dihadapkan pada hal-hal yang membuat hatinya tidak tenang dan tidak tentram sehingga memerlukan pegangan hidup yaitu agama[6].


[1]. UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional (wipress, 2006), hal 68.

[2]. UU RI  Nomor 20 Tahun 2003 Sisdiknas, ibid, hlm 61

[3].  Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahannya, op cit  hlm 421

[4]Ibid, hlm. 93

[5].  Imam Bukhari, Shahih Bukhori Juz III, (Bairut Libanon: Darul Qurub Al-‘Ilmiyah, 1992), hlm. 500

[6].  Zuhairini, dkk., Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Malang, 1983), hlm. 21.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: