Unsur-unsur Minat Belajar

adapun  unsur-unsur minat meliputi:

  1. Perasaan senang

Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Slameto bahwa minat seseorang dapat diketahui dari pernyataan suka terhadap suatu hal atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh.[1] Antara minat dan perasaan senang terdapat timbal balik, sehingga tidak mengherankan kalau peserta didik yang berperasaan tidak senang juga akan kurang berminat dan begitu juga sebaliknya.[2]

Dari perasaan senang ini dapat diketahui bahwa seseorang menilai positif terhadap sesuatu, dan penilaian menjadi negatif ketika seseorang merasa tidak senang terhadap obyek yang ada dan dari perasaan senang pula seseorang memiliki semangat untuk mengerjakan sesuatu, dan sebaliknya seseorang tidak memiliki perasaan senang  maka seseorang tidak akan mengerjakan sesuatu itu pula.

  1. Perhatian

Menurut Wasty Sumanto, perhatian adalah pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertuju pada suatu obyek, atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu aktifitas.[3] Perhatian bersifat lebih sementara dan ada hubungannya dengan minat. Perbedaannya adalah minat sifatnya menetap sedangkan perhatian sifatnya sementara adakalanya timbul dan ada kalanya menghilang.[4]

F. Patty, dkk yang di kutip oleh Sumadi Suryabrata  mengklasifikasikan perhatian menjadi:[5]

1)      Perhatian spontan dan perhatian paksaan; bila kita senang terhadap sesuatu perhatian kita akan tercurah secara spontan, dan ketika kita tidak senang, maka kita dapat mengusahakannya yaitu dengan cara paksaan.

2)      Perhatian konsentratif dan perhatian distributive; apabila kita memperhatikan suatu hal saja, maka kita menggunakan perhatian konsentratif dan apabila memperhatikan banyak hal kita menggunakan perhatian distributive.

3)      Perhatian sembarangan, perhatian semacam ini tidak tetap, berpindah-pindah dari satu objek ke objek lainnya.

  1. Motif

Istilah motif berasal dari akar kata bahasa latin “motive” yang kemudian menjadi “motion”, artinya gerak atau dorongan untuk bergerak.[6]

Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata, motif adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan.[7] Jadi kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

  1. Perasaan tertarik

Kurt Singer mengatakan bahwa sejak semula dunia ini menunjukkan suatu karakter yang bersifat mengajak bagi seorang anak. Artinya dunia ini memperlihatkan dirinya dengan cara yang menarik memikat.[8]

Begitu juga dengan pelajaran, seseorang siswa mempunyai rasa tertarik pada pelajaran PAI, maka ia akan senang hati untuk mengikuti pelajaran PAI tersebut, sebaliknya kalau siswa tidak mempunyai rasa tertarik, maka enggan untuk mengikuti bahkan malas untuk mengerjakan tugas-tugas PAI.


[1] Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1995), hlm. 180.

[2] Ibid., hlm. 105.

[3] Wasty Sumanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), hlm. 32.

[4] Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), cet. 11, hlm. 28.

[5] Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 1998), hlm. 14.

[6] Abdurrahman Abror, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1993), hlm. 114

[7] Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), hlm. 70.

[8] Kurt Singer, Membina Hasrat Belajar di Sekolah, terj. Bergman Sitorus, (Bandung: CV. Remadja Karya, 1987), hlm. 79.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: