Macam-macam Minat dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar

Menurut Witherington mengelompokkan minat menjadi 2 macam:[1]Minat primitif (biologis)

Minat primitif yaitu minat yang timbul dari kebutuhan dari jaringan yang berkisar pada soal-soal makanan, kebahagiaan hidup atau berkebebasan beraktivitas. Minat ini dapat dikatakan sebagai minat pokok dari manusia.

Minat cultural yaitu minat yang berasal dari perbuatan belajar yang lebih tinggi tarafnya yang merupakan hasil dari pendidikan. Dan minat ini dikatakan sebagai minat pelengkap.

Menurut Z.F. Kawareh, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar antara lain: penguasaan pelajaran, concern anak sendiri, situasi dan kondisi belajar kurang menyenangkan.[1]

Menurut Lester D. Crow dan Alice Crow dalam ”educational psychology”, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh berkembang suatu minat, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Untuk lebih jelasnya penulis paparkan sebagai berikut:[2]

  1. Faktor internal

Yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri. Contoh: siswa kesulitan dalam belajar PAI (membaca tulisan Arab; maka ia akan belajar sendiri berulang-ulang, sehingga kesulitan itu dapat teratasi).

  1. Faktor eksternal

1)      Keluarga

Keluarga memegang peranan penting sebab keluarga adalah sekolah pertama dan terpenting. Dalam keluargalah seseorang dapat membina kebiasaan, cara berfikir, sikap dan cita-cita yang mendasari kepribadiannya.[3]

2)      Teman pergaulan

Lingkungan pergaulan ini mampu menumbuhkan minat seseorang sebagaimana lingkungan keluarga. Bahkan terkadang teman bermain/sepergaulan mempunyai pengaruh  yang lebih besar dalam menanam benih minat atau cita-cita.

3)      Pemberian metode dalam proses belajar

Pemberian metode dalam proses belajar termasuk aspek penting yang menentukan keberhasilan belajar. Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.[4] Dalam hal ini metode yang digunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah metode index card match.


[1] Z.F. Kawareh, Pengembangan Minat Belajar, (Jakarta: Bina Keluarga, 1995), hlm. 2.

[2] Lester D. Crow dan Alice Crow, Educational Psychology, (New York: American Book Company, 1958), Rivesed Edition, hlm. 250.

[3] Ngalim Purwanto, op.cit., hlm. 104.

[4] Departemen Agama RI, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Depag, 2002), hlm. 88.


[1] H.C. Witherington, Psikologi Pendidikan, terj. M. Bukhori, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), hlm. 125.

About these ads
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: